Jakarta - Pernahkah Anda membayangkan sebuah laptop bisnis yang bobotnya seringan botol air mineral, tetapi memiliki memori sebesar PC workstation, dan layarnya tidak memantulkan cahaya sama sekali meski di bawah terik matahari? Penantian itu usai. Kenalkan, ASUS ExpertBook Ultra.
Selama ini, lini ExpertBook dikenal sebagai "kuda hitam" di kelas laptop bisnis premium: solid, fungsional, tapi jarang menjadi pusat perhatian. Namun kali ini, ASUS seolah ingin mendefinisikan ulang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah laptop ultraportable.
Dengan lompatan arsitektur terbaru dari Intel dan perpaduan spesifikasi yang terasa "ilegal" untuk ukuran bodi setipis ini, kami berani bilang: ini adalah salah satu kandidat kuat laptop bisnis terbaik tahun ini. Mari kita bedah alasannya.
Spesifikasi
Yang Bikin Geleng Kepala
Sebelum masuk ke pengalaman penggunaan, mari kita lihat tabel "monster" di balik bodi tipisnya:
Desain: Ringan tapi 'Berisi', Bebas Sidik Jari
Kesan pertama begitu perangkat ini dikeluarkan dari boksnya adalah betapa solidnya sasis laptop ini. ASUS ExpertBook Ultra menggunakan paduan material magnesium-aluminum alloy yang sukses menjaga bobotnya tetap berada di angka 1,1 kg saja.
Seringkali, material ringan semacam ini memiliki kelemahan: terasa "kopong" atau seperti plastik murah. Namun, ASUS dengan cerdik mengakalinya dengan memberikan lapisan nano ceramic, mirip dengan material ceraluminum andalan mereka.
Hasilnya? Bodi dengan tekstur matte yang terasa sangat premium, kesat di tangan, dan yang paling kami suka: hampir tidak mungkin meninggalkan sidik jari. Kualitas rancang bangunnya sangat kokoh. Hampir tidak ada flex (lengkungan) saat kami menekan area keyboard atau saat membuka layar dengan satu tangan.
Dengan ketebalan hanya 1,65 cm, dimensinya mengingatkan kita pada laptop-laptop ultralight 13 inci jadul, namun kini dengan ukuran layar 14 inci yang jauh lebih lega.
Durabilitas: Bukan Sekadar Jargon Marketing
Oh ya, tentu saja kami juga menjajal ketangguhan fisiknya. ASUS tidak main-main soal klaim military grade. Laptop ini mengantongi sertifikat MIL-STD-810H setelah lolos 24 jenis tes standar militer ekstrem, mulai dari getaran hebat, pasir, debu, hingga suhu dingin dan panas ekstrem.
ASUS juga menyatakan laptop ini lolos 157 tes durabilitas internal, antara lain tes jatuh dari ketinggian 120 cm, ketahanan engsel, beban berat, dan yang paling penting untuk pengguna kantoran: tahan tumpahan air pada keyboard.
Keyboard & Touchpad: Surga untuk Pengetik Cepat
Sebagai laptop bisnis, keyboard adalah nyawa utama. ASUS menyematkan keyboard yang sangat lapang dengan sensasi ketikan yang luar biasa. Jarak tekan (travel distance) tutsnya terasa pas, memberikan umpan balik taktil yang empuk namun tetap renyah. Ini jelas salah satu keyboard laptop bisnis terbaik yang pernah kami coba dalam beberapa tahun terakhir.
Di bawah keyboard, terdapat haptic touchpad yang luas (sekitar 12x7 cm). Jika Anda pernah menggunakan touchpad mekanik konvensional yang sering kali keras di bagian atas, touchpad haptic ini akan terasa seperti surga. Umpan balik getarannya sangat meyakinkan, memberikan sensasi "klik" yang merata di seluruh permukaan, serta sangat responsif terhadap berbagai gestur multi-touch Windows 11.
Layar: Senjata Rahasia 'Tandem OLED Matte' yang Langka
Setiap unit ExpertBook Ultra dibekali layar 14 inci beresolusi 2.8K (2880×1880) dengan refresh rate 120Hz. Spesifikasi ini terdengar standar untuk laptop premium, bukan?
Tunggu dulu. Senjata rahasia sebenarnya terletak pada lapisannya. Laptop ini menggunakan panel Corning Gorilla Glass Victus dengan finishing matte (anti-silau).
Ini adalah kombinasi yang teramat langka dan game-changer. Kebanyakan laptop OLED di pasaran menggunakan layar glossy yang memantulkan cahaya layaknya cermin. ASUS berhasil memadukan keunggulan panel Tandem OLED (kontras tak terhingga, reproduksi warna super kaya, dan lebih cerah) dengan kenyamanan layar matte.
Hasilnya? Anda bisa menikmati kualitas visual OLED yang memukau tanpa harus terganggu pantulan lampu kantor yang terang benderang atau saat bekerja di area terbuka. Ini adalah salah satu layar laptop terbaik untuk produktivitas yang pernah ada.
Dari segi audio, sistem enam speaker-nya mampu menghasilkan suara yang lantang dengan sedikit dentuman bass yang pas untuk menonton film atau meeting. Suaranya baru terasa sedikit pecah jika dipaksa ke volume 100%, namun di volume normal, kualitasnya sangat memadai.
Performa: Monster Kecil Berkedok Laptop Bisnis
Kini kita masuk ke suguhan utamanya: chipset Intel Core Ultra generasi terbaru dengan nama sandi Panther Lake. Unit yang kami ulas ditenagai Intel Core Ultra X7 358H, varian high-end yang diproduksi dengan proses fabrikasi 18A kebanggaan Intel.
Dalam pengujian sintetis PCMark 10, laptop ini mencetak skor impresif 9.892. Pada pengujian rendering video dan Cinebench R24, arsitektur baru ini menepis keraguan banyak pihak dengan berhasil mencatatkan keunggulan tipis namun pasti atas kompetitor utamanya, termasuk menempel ketat arsitektur ARM.
Namun, kejutan paling manis justru datang dari sektor pengolah grafis. GPU bawaan Intel Arc B390 (12 Xe core) yang tertanam di dalamnya tampil bak monster kecil. Performanya bahkan sudah menyaingi laptop dengan GPU diskrit kelas entry-level seperti RTX 3050. Kekuatan grafis sebesar ini tentu bukan hanya memanjakan para gamer kasual, tapi sangat krusial untuk content creator yang butuh mobilitas tinggi.
Ditambah dengan RAM raksasa 64GB, kata "lag" atau "kehabisan memori" tampaknya tidak akan ada dalam kamus pengguna laptop ini, bahkan saat membuka ratusan tab browser dan aplikasi berat sekaligus.
Baterai & Konektivitas Masa Depan
Dengan baterai berkapasitas 70Wh, laptop ini sanggup bertahan sekitar 15 jam dalam pengujian playback video 4K terus-menerus. Untuk penggunaan kerja di dunia nyata (mengetik, browsing, pengeditan ringan), baterainya bertahan solid di kisaran 12 jam. Angka yang sangat mengesankan untuk bekerja seharian.
ASUS juga sangat cerdas dalam merancang tata letak port. Dua buah port Thunderbolt 4 diletakkan terpisah di sisi kiri dan kanan bodi, memberikan fleksibilitas luar biasa untuk manajemen kabel saat mengisi daya. Hadirnya standar Wi-Fi 7 juga menjamin koneksi internet nirkabel tercepat dan paling stabil di masa depan.
Catatan Kritis: Bukan Laptop Tanpa Cela
Sayangnya, laptop ini tidak sempurna. Kualitas webcam 1080p yang dimilikinya tergolong biasa saja. Meski sudah dilengkapi penutup fisik (privacy shutter), kualitas tangkapan gambarnya di ruangan minim cahaya masih memiliki banyak noise. Field of view (sudut pandang) kameranya juga sangat lebar, yang mungkin tidak disukai semua orang. Hasil rekaman suara dari mikrofon gandanya juga masih terdengar agak standar.
Meski begitu, fitur biometriknya bekerja sempurna. Sensor sidik jari di tombol daya dan kamera IR untuk Windows Hello Face Recognition mampu membuka kunci layar dalam sekejap mata.
Kesimpulan: Standar Baru Laptop Bisnis Premium
ASUS ExpertBook Ultra bukan sekadar laptop bisnis biasa. Ini adalah sebuah pernyataan dari ASUS bahwa laptop super ringan (1,1 kg) bisa memiliki performa monster (RAM 64GB, Core Ultra X7) dan layar paling nyaman di kelasnya (Tandem OLED Matte).